PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Penelitian tindakan kelas

AYU Saputri/18010105053

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 

Penelitian tindakan kelas merupakan terjemahan dari classroom action research, yaitu satu action research yang dilakukan dikelas. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebgai guru, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan hasil belajar siswa meningkat. Action research digunakan untuk menemukan pemecahan masalah yang dihadapi seseorang dalam tugasnya sehari-hari dimanapun tempatnya di kelas, di kantor, di rumah sakit dan seterusnya. Dilihat dari runag lingkup, tujuan metode dan prakteknya, action research dapat dianggap sebagai penelitian micro. Action research adalah penelitian yang bersifat partisipatif dan kolaboratif. 

Maksudnya, penelitiannya dilakukan sendiri oleh peneliti, dan diamati oleh rekan-rekannya. Action research mendorong para guru agar memikirkan apa yang mereka lakukan sehari-hari dalam menjalankan tugasnya, membuat para guru kritis terhadap apa yang mereka lakukan tanpa bergantung pada teori yang muluk-muluk yang bersifat universal yang ditemukan oleh para pakar penelitian yang seringkali tidak cocok dengan situasi dan kondisi kelas. Keterlibatan peneliti action research dalam penelitiannya sendiri itulah yang membuat dirinya menjadi pakar peneliti untuk kelasnya dan keperluan sehari-harinya dan tidak membuat ia tergantung pada para pakar peneliti yang tidak tahu mengenai masalah-masalah kelasnya sehari-hari (Hamzah B.Uno dkk, 2011: 51).

Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas PTK berbeda dengan penelitian formal (konvensional) pada umumnya. PTK memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut: a. On-the job problem oriented (masalah yang diteliti adalah masalah rill atau nyata yang muncul dari dunia kerja peneliti atau yang ada dalam kewenangan atau tanggung jawab peneliti). Dengan demikian, PTK didasarkan pada masalah yang benar-benar dihadapi guru dalam proses belajar mengajar di kelas. b. Problem-solving oriented (berorientasi pada pemecahan masalah). PTK yang dilakukan guru sebagai upaya untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh guru dalam PBM di kelasnya melalui suatu tindakan (treatment) tertentu sebagai upaya menyempurnakan proses pembelajaran dikelasnya. c. Improvement-oriented (berorientasi pada peningkatan mutu). PTK dilaksanakan dalam rangka memperbaiki atau meningkatkan mutu PBM yang dilakukan guru di kelasnya. Engan peningkatan mutu pBM, pada akhirnya dapat meningkatkan mutu pendidikan secara makro. d. Ciclc (siklus). Konsep tindakan (action) dalam PTK diterapkan melalui urutan yang terdiri dari beberapa tahap berdaur ulang (cyclical). Siklus pTK terdiri dari 4 tahapan, yakni perencanaan tindakan, melakukan tindakan, pengamatan atau observasi dan analisis atau refleksi. e. Action oriented. Dalm PTK selalu didasarkan pada adanya tindakan (treatment) tertentu untuk memperbaiki PBM di kelas. f. Pengkajian terhadap dampak tindakan. g. Spesifics contextual. Permasalahan dalam PTK adalah permasalahan yang sifatnya spesifik kontekstual dan situasional sesuai dengan karakteristik siswa dalam kelas tersebut h. Partisipatory (collaborative).PTK dilaksanakan secara kolaboratif dan bermitra dengan pihak lain, seperti teman sejawat. i. Peneliti sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi. j. Dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus (Kunandar, 2011: 58-63). 

Prinsip Penelitian Tindakan Kelas Prinsip dalam pelaksanaan PTK adalah sebagai berikut

Tidak boleh menggangu PBM dan tugas menagajar. 

Tidak boleh terlalu menyita waktu. 

Metodologi yang digunakan harus tepat dan terpercaya.

Masalah yang dikaji benar-benar ada dan dihadapi guru.

Memegang etika kerja (minta izin, membuat laporan). 

PTK bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu proses belajar mengajar. 

PTK menjadi media guru untuk berpikir kritis dan sistematis. 

PTK menjadikan guru terbiasa melakukan aktivitas yang bernilai akademik dan ilmiah.

PTK hendaknya dimulai dari permasalahan pembelajaran yang sederhana, konkret, jelas dan tajam. 

Pengumpulan data atau informasi dalam PTK tidak boleh terlalu banyak menyita aktu dan terlalu rumit karena dikhawatirkan adapat mengganggu tugas utama guru sebagai pengajar dan pendidik.


Empat Aspek Pokok dalam Penelitian Tindakan Kelas Menurut Kemmis dan Mc Taggart (1998), penelitian tindakan kelas dilakukan melalui proses yang dinamis dan komplementari yang terdiri dari empat momentum esensial yaitu sebagai berikut: a. Penyusunan Rencana Perencanaan adalah mengembangkan rencana tinadakan yang secara kritis untuk meningkatkan apa yang telah terjadi. Rencana PTK hendaknya disusun berdasarkan kepada hasil pengamatan awal yang refleksif. Hasil pengamatan awal terhadap proses yang terjadi dalam situasi yang ingin diperbaiki dituangkan dalam bentuk catatan-catatan lapangan yang lengkap yang menggambarkan dengan jelas cuplikan atau episode proses pembelajaran dalam situasi yang akan ditingkatkan atau diperbaiki. b. Tindakan Tindakan yang dimaksud disini adalah tindakan yang dilakukan secara sadar dan terkendali, yang merupakan variasi praktik yang cermat dan bijaksana. c. Observasi Pengamatan atau observasi dilakukan pada semua kegiatan yangbditunjukan untuk mengenali, merekam dan mendokumentasikan setiap indikator dari proses dan hasil yang dicapai baik yang ditimbulkan oleh tindakan terencana maupun akibat sampingan. Pelaksanaan pengamatan atau observasi yang terpenting adalah mencari data tentang pelaksanaan tindakan, karena itu peneliti harus cermat menentukan metode, teknik dan mempersiapkan alat yang tepat agar data yang diperoleh benar (valid) (Achmad Fuad, 2009: 140). d. Refleksi Refleksi adalah meningat dan merenungkan suatu tindakan persis seperti yang telah dicatat dalam observasi. Refleksi berusaha memahami proses, masalah, persoalan dan kendala yang nyata dalam tindakan strategis (Kunandar, 2011: 75). Kegiatan refleksi mencakup kegiatan analisis, interpretasi dan evaluasi yang diperoleh saat melakukan kegiatan observasi. Data yang terkumpul saat observasi secepatnya dianalisis dan diinterpretasi sehingga akan segera diketahui apakah tindakan yang dilakukan telah mencapai tujuan. Interpretasi atau pemaknaan hasil observasi ini menjadi dasar untuk melakukan evaluasi sehingga dapat disusun langkah berikutnya dalam pelaksanaan tindakan (Achmad Fuad, 2009: 141). 

Komentar